Himpunan Mahasiswa Kecamatan Sejangkung (HMKS) Desak Pemda Sambas Dengar dan Selesaikan Permasalahan yang Ada di Kabupaten Sambas
Sambas, Kalbar - Himpunan Mahasiswa Kecamatan Sejangkung (HMKS) secara tegas menyuarakan tuntutan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sambas untuk segera turun tangan menyelesaikan rentetan permasalahan yang tengah melanda daerah tersebut. Desakan ini lahir dari keresahan masyarakat atas berbagai krisis lintas sektor yang dinilai lamban ditangani oleh para pemangku kebijakan.
HMKS menyoroti lima isu krusial yang saat ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemda Sambas, yakni masalah infrastruktur yang memprihatinkan, maraknya Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), eksploitasi penambangan pasir, ketertinggalan di sektor pendidikan, hingga polemik dengan perusahaan kelapa sawit.
Ketua Umum HMKS, Alfi, menyampaikan bahwa pemerintah tidak boleh lagi menutup mata atau sekadar memberikan janji manis tanpa ada tindakan nyata di lapangan. Ia menilai, dampak dari pembiaran ini sudah secara langsung merugikan sendi-sendi kehidupan masyarakat Sambas.
"Kami dari HMKS mendesak Pemda Sambas untuk segera membuka telinga dan mengambil langkah konkret. Saat ini, masyarakat menjerit karena infrastruktur jalan di berbagai pelosok yang hancur, membuat roda ekonomi desa tersendat. Di saat yang sama, fasilitas dan pemerataan pendidikan kita juga masih jauh dari kata layak," tegas Alfi dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, Alfi menyoroti krisis lingkungan yang kian mengkhawatirkan akibat aktivitas tambang ilegal dan eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali.
"Sungai-sungai yang menjadi urat nadi masyarakat kini tercemar parah akibat limbah PETI. Air menjadi keruh, beracun, dan ekosistem sungai hancur. Ini diperparah dengan maraknya penambangan pasir liar yang memicu abrasi di bantaran sungai. Pemda dan aparat penegak hukum harus tegas, jangan biarkan lingkungan kita hancur demi keuntungan segelintir oknum," tambahnya.
Selain masalah tambang, HMKS juga menuntut evaluasi ketat terhadap operasi perusahaan-perusahaan sawit di wilayah Kabupaten Sambas. Alfi menegaskan bahwa kehadiran korporasi seharusnya membawa kesejahteraan, bukan sebaliknya.
Menurut catatan HMKS, keberadaan perusahaan sawit kerap memicu konflik agraria dengan masyarakat lokal, pembukaan lahan yang merusak tatanan ekologis, serta minimnya realisasi Corporate Social Responsibility (CSR) yang tepat sasaran.
HMKS memberikan peringatan keras kepada Pemda dan DPRD Kabupaten Sambas agar segera membentuk tim khusus lintas instansi guna menyerap aspirasi dan menindaklanjuti keluhan masyarakat.
"Kami menuntut pemerintah segera menggelar dialog terbuka dan melakukan sidak ke lapangan. Jika desakan ini tidak diindahkan dan tidak ada perbaikan nyata, kami dari HMKS siap menggalang kekuatan mahasiswa dan masyarakat untuk turun ke jalan menuntut hak-hak warga Sambas," tutup Alfi.
(Lisa)
Belum ada Komentar untuk "Himpunan Mahasiswa Kecamatan Sejangkung (HMKS) Desak Pemda Sambas Dengar dan Selesaikan Permasalahan yang Ada di Kabupaten Sambas"
Posting Komentar