HMKS Pertanyakan Kejelasan Pembangunan Ruas Jalan Kota Lama–Sendoyan yang Dijanjikan Bupati Satono Tahun Ini

Kalimantanpost.online.-
Sambas - Himpunan Mahasiswa Kecamatan Sejangkung (HMKS) mempertanyakan kejelasan komitmen Pemerintah Kabupaten Sambas terkait infrastruktur di daerah. Secara khusus, mereka menagih janji Bupati Sambas, Satono, mengenai realisasi pembangunan ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Kota Lama (Kecamatan Galing) menuju Sendoyan (Kecamatan Sejangkung).

​Pernyataan sikap ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Sosial HMKS, Azie. Menurutnya, kepastian pembangunan jalan tersebut sangat dinantikan oleh masyarakat setempat karena menjadi urat nadi perekonomian dan mobilitas warga antarkecamatan.

​"Kami dari HMKS mempertanyakan kejelasan pembangunan ruas jalan kabupaten Kota Lama (Kecamatan Galing) - Sendoyan (Kecamatan Sejangkung) yang dijanjikan Bupati Satono akan dibangun pada tahun 2026 ini. Masyarakat berhak mendapatkan kejelasan dan kepastian hukum atas janji yang telah diutarakan oleh kepala daerah," ujar Azie.

​Azie mengingatkan kembali bahwa komitmen pembangunan infrastruktur tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Satono dalam sebuah forum informal yang hangat. Bupati menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan "Ngopi Bersama Bupati" yang berlangsung pada tanggal 5 Agustus 2025 lalu. Dalam pertemuan tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Sambas itu menjanjikan bahwa perbaikan dan pembangunan ruas jalan Kota Lama - Sendoyan akan menjadi salah satu prioritas pembangunan di tahun anggaran 2026.

​Namun, memasuki tahun 2026, janji tersebut dinilai masih sebatas "angin surga". Berdasarkan pantauan dan fakta di lapangan hingga saat ini, belum ada tanda-tanda aktivitas pembangunan maupun alat berat yang diturunkan untuk mengeksekusi proyek jalan tersebut.
​Keluhan mahasiswa ini sejalan dengan jeritan masyarakat yang merasakan langsung dampaknya setiap hari. Kepala Dusun Batu Layar, Bapak Ali Wardana, membenarkan bahwa kondisi akses jalan tersebut saat ini sudah sangat memprihatinkan dan menyulitkan aktivitas warga sehari-hari.

​"Kondisi jalan ini sudah sangat luar biasa rusaknya. Kalau hujan, jalannya jadi seperti kubangan lumpur, sangat licin dan berbahaya untuk dilewati anak-anak sekolah maupun hanya sekedar untuk menjalani hidup seperti biasa," ungkap Ali Wardana.

​Sebagai tokoh masyarakat, Ali Wardana sangat berharap janji yang pernah diucapkan oleh Bupati Satono bukan sekadar pemanis di forum diskusi, melainkan benar-benar diwujudkan demi kesejahteraan warga Dusun Batu Layar dan sekitarnya.

​"Kami sangat berharap kepada Bapak Bupati untuk segera merealisasikan janji pembangunan jalan ini. Tolong kasihanilah masyarakat di bawah. Jangan sampai janji di tahun 2026 ini lewat begitu saja tanpa ada kejelasan, karena jalan ini adalah satu-satunya urat nadi perekonomian kami," tegasnya.
​Menyikapi kondisi yang kian berlarut-larut, Ketua Umum HMKS, Alfi Syahri, angkat bicara dan menegaskan bahwa mahasiswa akan terus mengawal persoalan ini hingga ada tindakan nyata dari pemerintah daerah. Ia meminta Bupati Sambas untuk segera merealisasikan komitmennya.

​"Kami selaku pengurus pusat HMKS meminta ketegasan dan aksi nyata dari Bapak Bupati Satono. Ruas jalan Kota Lama - Sendoyan ini bukan jalur alternatif, melainkan jalur utama warga. Jika terus dibiarkan rusak tanpa kejelasan kapan mulai dibangun, maka kerugian ekonomi masyarakat akan semakin membengkak," ujar Alfi Syahri.

​Alfi juga menambahkan bahwa HMKS tidak ingin janji yang disampaikan di hadapan publik berlalu begitu saja tanpa pertanggungjawaban.
​"Kami butuh realisasi fisik di lapangan, bukan sekadar janji politik di media atau forum diskusi. Anggaran tahun 2026 sudah berjalan, jadi tidak ada alasan untuk menunda-nunda lagi sementara masyarakat setiap hari harus bertaruh keselamatan melewati jalan berlumpur tersebut," tegas Ketua Umum HMKS itu.

​Kondisi jalan yang berlubang dan berlumpur saat hujan ini memicu kekhawatiran bersama. HMKS bersama tokoh masyarakat setempat berharap Pemerintah Kabupaten Sambas, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), segera memberikan klarifikasi serta langkah konkrit agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah tidak luntur. 

Editor: Lisa

Belum ada Komentar untuk "HMKS Pertanyakan Kejelasan Pembangunan Ruas Jalan Kota Lama–Sendoyan yang Dijanjikan Bupati Satono Tahun Ini"

Posting Komentar