Lapor Krimsus Polda Kalbar..! Warga Kesal, SPBU 64.786.06 Verra Diduga Dikuasai “Pemain Solar”, Antrean Tak Terkendali
Sekadau, Kalimantanpost.online – Kekecewaan warga terhadap pelayanan di SPBU 64.786.06 Sekadau memuncak.
Masyarakat mengeluhkan antrean panjang kendaraan, khususnya mobil jenis “kombet”, yang diduga kuat dimanfaatkan oleh oknum pemain minyak untuk menimbun solar subsidi.
Keluhan itu disampaikan warga pada Rabu (22/4), yang mengaku kesulitan mendapatkan solar meski pasokan kerap masuk hingga 8.000 liter.
Namun, menurut mereka, hanya sebagian kecil yang benar-benar digunakan untuk kebutuhan transportasi, sementara sisanya diduga diserap oleh pihak tertentu untuk praktik ilegal.
“Setiap hari mobil kombet antre.
Kami yang mau isi justru dimarahi, disuruh keluar dan ikut antre di luar. Bahkan di dalam SPBU harus dua unit saja yang masuk.
Aturan SPBU seolah lebih tinggi dari undang-undang,” ungkap seorang warga dengan nada kesal.
Warga juga menyoroti kejanggalan konsumsi bahan bakar kendaraan yang antre.
Mereka menilai tidak masuk akal jika satu kendaraan bisa menghabiskan 60 hingga 80 liter per hari tanpa indikasi penyelewengan.
Dugaan pun mengarah pada praktik pengoplosan dan penjualan kembali solar dengan harga mencapai Rp13.500 per liter.
“Kalau bukan dioplos, tidak mungkin habis sebanyak itu. Ini jelas permainan. Kami yang bukan pemain malah dipersulit,” tambah warga lainnya.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang pengawasan distribusi BBM subsidi di wilayah tersebut.
Warga mendesak pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum dan pengelola SPBU, untuk segera turun tangan menertibkan antrean serta menindak tegas dugaan mafia solar yang merugikan masyarakat luas. ( Tim Redaksi )
Belum ada Komentar untuk "Lapor Krimsus Polda Kalbar..! Warga Kesal, SPBU 64.786.06 Verra Diduga Dikuasai “Pemain Solar”, Antrean Tak Terkendali"
Posting Komentar