Kecamatan Sekadau Hilir Resmi ODF, Kepala Dinas Kesehatan: Ini Wujud Komitmen Bersama Jaga Kesehatan Lingkungan
Sekadau, Kalimantanpost.online –Pemerintah Kabupaten Sekadau kembali menorehkan capaian penting dalam bidang kesehatan lingkungan. Pada kegiatan deklarasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 3 Pilar, Kecamatan Sekadau Hilir resmi dinyatakan sebagai Kecamatan yang telah mencapai status Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan.
Deklarasi Open Defecation Free (ODF) Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau ini turut di hadiri oleh Wakil Bupati Subandrio, unsur Forkopimda, DPRD, Kejari, Dandim 1204 Sanggau Sekadau, Kapolres diwakili oleh Kapolsek Sekadau Hilir, Camat, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, dan jajaran Puskesmas.
Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, Henry Alpius, S.Kep., ME., menyampaikan apresiasi kerja keras semua pihak dalam mewujudkan kecamatan yang telah Open Defecation Free (ODF)
“Pencapaian ini bukan semata keberhasilan pemerintah, tapi merupakan hasil dari komitmen dan kerja sama seluruh masyarakat. ODF bukan sekadar slogan, tapi langkah konkret menuju lingkungan yang sehat demi masa depan anak-anak kita,” ujar Henry Alpius.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sanitasi sebagai fondasi utama kesehatan masyarakat. Data menunjukkan, 40 persen penyakit bersumber dari lingkungan yang tidak sehat. Oleh karena itu, melalui penerapan lima pilar STBM, masyarakat diimbau terus menjaga kebiasaan hidup bersih, mulai dari tidak BAB sembarangan hingga pengelolaan limbah yang baik.
Adapun tiga pilar yang telah berhasil diterapkan oleh Kecamatan Sekadau Hilir antara lain:
1. Tidak buang air besar sembarangan (Stop BABS);
2. Cuci tangan pakai sabun di air mengalir;
3. Pengolahan air minum dan makanan rumah tangga, serta pengamanan sampah dan pengamanan air limbah.
Selain ODF, Kadinkes juga menyampaikan capaian Kabupaten Sekadau sebagai satu-satunya daerah di Kalimantan Barat yang telah menuntaskan tiga penyakit menular sekaligus: prambusia, malaria, dan pusta. Atas pencapaian ini, Kementerian Kesehatan akan memberikan penghargaan khusus kepada Kabupaten Sekadau.
“Saat ini dari 94 desa, sudah 88 desa yang ODF. Kami menargetkan 100 persen pada Agustus 2025, agar Sekadau bisa melangkah sebagai kota sehat pertama di Kalbar,” tambahnya.
Capaian ini diharapkan menjadi momentum bersama untuk menyempurnakan dua pilar STBM lainnya, yaitu pengelolaan sampah dan limbah cair rumah tangga, serta mendorong seluruh masyarakat terus aktif dalam gerakan gotong royong Jumat Bersih.
Sementara itu, Wakil Bupati Sekadau, Subandrio, SH., dalam sambutannya menyampaikan alasan pentingnya komitmen pemerintah daerah terhadap program ODF dan STBM.
“Ada dua alasan kenapa kami konsisten melaksanakan program ODF ini. Pertama, karena ini merupakan bagian dari komitmen dalam visi dan misi Kabupaten Sekadau untuk mewujudkan masyarakat yang unggul, sejahtera, dan bermartabat. Salah satu misinya adalah meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas,” ungkap Subandrio.
Ia menekankan bahwa kesehatan masyarakat adalah hukum tertinggi. Pemerintah daerah bisa berbicara soal pembangunan infrastruktur, tapi tanpa kesehatan, semua itu tidak akan berarti.
“Kesehatan masyarakat sangat penting. Menurut para ahli, derajat kesehatan dipengaruhi oleh empat faktor: lingkungan (40%), perilaku (30%), pelayanan kesehatan (20%), dan genetik (10%). Itu sebabnya kita harus perbaiki lingkungan dan perilaku, seperti tidak BAB sembarangan dan menjaga kebersihan,” lanjutnya.
Lebih jauh, Wakil Bupati juga menyampaikan arah pembangunan Kabupaten Sekadau ke depan dalam periode 2025–2029, dengan fokus pada bidang kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi.
“Ekonomi juga menjadi prioritas, karena jika masyarakat punya penghasilan, masalah-masalah sosial bisa ditekan. Kita dorong program IP3K, seperti pembagian bibit sawit dan pertanian. Target kita 5.000 hektare kebun sawit masyarakat pada 2029. Kalau satu hektare bisa panen 4 ton per bulan, itu bisa menghasilkan Rp12 juta. Ekonomi bergerak, UMKM hidup, pasar jadi ramai, dan kriminalitas pun menurun,” terang Subandrio disambut antusias hadirin.
Subandrio, SH., berharap pencapaian ODF ini menjadi pijakan kuat menuju pembangunan yang lebih luas dan berkelanjutan di Kabupaten Sekadau.
Editor: Lisa, S.E
Penulis: Stepanus
Belum ada Komentar untuk "Kecamatan Sekadau Hilir Resmi ODF, Kepala Dinas Kesehatan: Ini Wujud Komitmen Bersama Jaga Kesehatan Lingkungan"
Posting Komentar