IMDJS, : Catatan Merah Untuk Bupati Sekadau Yang Tidak Beri Solusi Jembatan Aur Tekam – Sungai Sambang

Sekadau, Kalimantanpost.online - Ikatan Mahasiswa Dayak Jawatn Sekadau (IMDJS) yang merupakan organisasi Mahasiswa Sub Suku Dayak Jawatn di Kabupaten sekadau yang fokus pada pembinaan dan pergerakan yang lingkupnya terdapat di 4 desa yaitu Desa Boti, Desa Mondi, Desa Setawar dan Desa Sungai sambang.
 
Jembatan Penghubung antara Aur Tekam dan Sungai sambang merupakan akses utama dan akses perekonomian masyarakat. Tentunya memiliki peranan yang sangat penting maka ketika jembatan tidak berfungsi dengan baik akan berdampak pada perekonomian dan aktivitas masyarakat.

Dari tahun 2022 kondisi jembatan sudah mulai rusak karena jaring penyangga samping yang sudah rusak dan goncangan yang sangat terasa saat dilewati.

Di akhir tahun 2022 kondisi jembatan semakin parah, perbaikan kecil-kecilan dilakukan dengan swadaya masyarakat setempat yang sangat terbatas. Kondisi ini sangat terasa karena tanah penyangga longsor dan tiang jembatan miring yang saat ini hanya menggunakan tali diikat di pohon tengkawang dengan swadaya masyarakat. 
Saat ini banyak keluhan dari masyarakat terkait kondisi jembatan gantung yang semakin parah karena banyak aktivitas yang terhambat dan jembatan yang dinilai sebagai akses perekonomian menjadi terganggu.

Adapun desa yang sangat bergantungan pada jembatan tersebut yaitu Desa Sungai Sambang, Desa Boti, Desa Setawar, desa mondi, dan Desa Tapang Perodah.

Kondisi jembatan saat ini sudah miring, tanah penyangga pondasi longsor, goncangan semakin kuat, lantai jembatan sudah banyak lepas, jaring kanan-kiri sudah banyak lepas dan ketinggian jembatan semakin turun.

Tepat pada tanggal 30 November 2023 terjadi kecelakaan akibat lantai jembatan patah dan memakan korban kendaraan bermotor, Hal ini menunjukan betapa rusak dan parahnya kondisi jembatan.

APBD 2024 sudah di sahkan dan tidak dialokasikan untuk membangun jembatan padahal jembatan sudah rusak dari tahun 2022 serta Retribusi pembagian hasil sawit yang dinilai sangat-sangat cukup juga tidak dianggarkan seolah bukan prioritas pembangunan yang di butuhkan masyarakat.

Keputusan Bupati Sekadau tentu sangat dinantikan untuk menjawab persoalan yang vital ini tetapi sangat mengecewakan dan di anggap gagal karena tidak mau melihat serta memberikan solusi.

Pada tanggal 25 November 2023 wakil Bupati Sekadau Subandrio, SH., MH. Ada berkunjung ke aur tekam dimana letak jembatan yang rusak dan dengan santainya konfirmasi bahwa “anggaran untuk jembatan sudah ada yaitu 200 juta tapi kurang dan tinggal menunggu di anggarkan pasti dikerjakan”.

Lalu 200 juta itu alihkan untuk apa ? menunggu di anggarkan berapa lama lagi ? apakah menunggu jembatan roboh dan memakan korban semakin banyak.

IMDJS menilai Bupati Sekadau Gagal menjalankan tugasnya sebagai pemimpin karena tidak bisa menjawab dan memberikan solusi terhadap persoalan yang masyarakat hadapi saat ini.

Penulis: Tim IMDJS.

Belum ada Komentar untuk "IMDJS, : Catatan Merah Untuk Bupati Sekadau Yang Tidak Beri Solusi Jembatan Aur Tekam – Sungai Sambang"

Posting Komentar