Usai Wisuda, Sarjana Muda UNISSAS Pilih Kembali ke Desa dan Berkontribusi untuk Masyarakat
Sambas, Kalimantanpost.online – Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi dan mengikuti prosesi wisuda, seorang sarjana muda Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS) memilih kembali ke Desa Mulia, Kabupaten Sambas, untuk melanjutkan aktivitas bersama masyarakat.
Langkah tersebut menjadi bentuk upaya mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi. Menurutnya, gelar sarjana tidak semestinya hanya menjadi tanda telah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk memberikan manfaat di lingkungan masyarakat.
Selama berada di lingkungan kampus, pengalaman organisasi dan berbagai kegiatan kemahasiswaan menjadi bagian dari proses pembelajaran. Pengalaman tersebut kemudian dibawa ke lingkungan desa melalui keterlibatan dalam kegiatan masyarakat dan Karang Taruna.
Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah keterlibatan Drumband Karang Taruna Desa Mulia dalam momentum wisuda. Kehadiran kelompok tersebut dinilai menunjukkan bahwa desa memiliki potensi generasi muda yang dapat dikembangkan melalui kegiatan positif dan kreatif.
Keterlibatan sarjana dalam kegiatan masyarakat juga dinilai dapat menjadi penghubung antara pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. Kontribusi tersebut tidak selalu harus dalam bentuk pekerjaan formal, tetapi dapat dilakukan melalui organisasi kepemudaan, kegiatan sosial, pengembangan potensi desa, hingga penciptaan peluang ekonomi.
Bagi lulusan perguruan tinggi, kembali ke desa bukan berarti meninggalkan cita-cita. Setiap sarjana tetap memiliki pilihan untuk bekerja, melanjutkan pendidikan, berwirausaha, maupun mengembangkan karier di tempat lain.
Namun, keberadaan sarjana di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan nilai tambah. Dengan pengetahuan, pengalaman, kemampuan berkomunikasi, dan jejaring yang dimiliki, lulusan perguruan tinggi dapat mengambil peran sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan lingkungan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa perjalanan seorang sarjana tidak berhenti ketika prosesi wisuda selesai. Ijazah menjadi bukti kelulusan, sedangkan kontribusi nyata di tengah masyarakat menjadi salah satu cara untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.
Sumber : Adimas Nuur Syaifullah
Editor : Admin
Belum ada Komentar untuk "Usai Wisuda, Sarjana Muda UNISSAS Pilih Kembali ke Desa dan Berkontribusi untuk Masyarakat"
Posting Komentar