Karhutla Berminggu-minggu di Singkawang, Bantuan Pusat Rp15 Miliar Jadi Sorotan

SINGKAWANG, KALIMANTANPOST.ONLINE – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, terus menjadi perhatian. Kebakaran berlangsung selama berminggu-minggu dan sejumlah titik berada di kawasan lahan gambut yang dikenal sulit ditangani karena api dapat merambat dan membakar hingga ke lapisan bawah permukaan tanah.

Salah satu lokasi yang mengalami kebakaran berada di kawasan Jalan Senen, Kecamatan Singkawang Utara. Berdasarkan laporan yang dihimpun Kalimantanpost.online, kebakaran di kawasan tersebut membakar sekitar 36 hektare lahan yang terdiri dari lahan gambut, kebun sawit, serta perkebunan karet.

Selain di Singkawang Selatan, titik api juga sempat muncul di sekitar kawasan Bandara Singkawang, Kecamatan Singkawang Selatan. Lokasi kebakaran dilaporkan berada sekitar satu kilometer dari area Bandara Singkawang sehingga turut menjadi perhatian dari sisi keselamatan dan gangguan asap.

Api di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan

Penanganan karhutla di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri. Api tidak selalu terlihat di permukaan karena dapat membakar material organik di bawah tanah. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan pembasahan secara menyeluruh dan pemantauan berulang untuk mencegah api kembali menyala.

Kabut asap tipis yang muncul akibat kebakaran mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas udara dan kesehatan warga, terutama apabila konsentrasi asap meningkat.

Di lapangan, sejumlah unsur terus melakukan penanganan. Personel TNI, Polri, Manggala Agni, pemadam kebakaran swasta, serta masyarakat berjibaku melakukan pemadaman dan mencegah api meluas ke kawasan lainnya.

Kondisi medan yang merupakan lahan gambut, cuaca kering, serta potensi munculnya kembali titik api membuat upaya penanganan harus dilakukan secara berkelanjutan.

Bantuan Pemerintah Pusat Rp15 Miliar

Di tengah berlangsungnya penanganan karhutla tersebut, muncul perhatian terhadap bantuan pemerintah pusat sebesar Rp15 miliar untuk penanganan karhutla di Kota Singkawang.

Informasi mengenai bantuan tersebut disampaikan dalam pemberitaan terkait sorotan DPRD Kota Singkawang. Anggota DPRD meminta agar penggunaan dana penanganan karhutla dilakukan secara transparan, tepat sasaran dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sorotan tersebut menjadi penting mengingat penanganan karhutla membutuhkan dukungan anggaran untuk berbagai kebutuhan di lapangan, mulai dari operasional pemadaman, bahan bakar, logistik, peralatan pemadam, dukungan kepada masyarakat dan relawan, hingga kebutuhan lainnya yang berkaitan dengan penanganan serta pemulihan pascakebakaran.

Namun demikian, publik tentu membutuhkan informasi yang lebih rinci mengenai dana tersebut.

Pertanyaan yang perlu dijawab pemerintah antara lain kapan dana Rp15 miliar tersebut diterima, masuk melalui mekanisme anggaran apa, berapa yang telah direalisasikan, digunakan untuk kegiatan apa saja, serta berapa dana yang masih tersisa.

Transparansi menjadi penting agar masyarakat dapat mengetahui bahwa bantuan yang diberikan pemerintah pusat benar-benar digunakan untuk mendukung penanganan karhutla di lapangan.

Publik Menunggu Keterbukaan Penggunaan Anggaran

Karhutla bukan hanya persoalan api. Dampaknya dapat merembet pada kualitas udara, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, lingkungan, hingga keselamatan warga.

Karena itu, selain memastikan pemadaman berjalan maksimal, pengelolaan dana penanganan karhutla juga perlu dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

DPRD Kota Singkawang telah meminta agar penggunaan anggaran penanganan karhutla mendapat pengawasan.

 Selanjutnya, masyarakat tentu berhak memperoleh informasi mengenai realisasi penggunaan bantuan Rp15 miliar tersebut.

Di tengah petugas dan masyarakat yang masih berjibaku menghadapi api di lapangan, keterbukaan mengenai penggunaan anggaran menjadi bagian penting dari pertanggungjawaban pemerintah dalam menangani bencana karhutla.


penulis.jbs

Kalimantanpost.online akan terus memantau perkembangan karhutla di Kota Singkawang serta penggunaan dana bantuan penanganan karhutla tersebut.

Belum ada Komentar untuk "Karhutla Berminggu-minggu di Singkawang, Bantuan Pusat Rp15 Miliar Jadi Sorotan "

Posting Komentar