Pemadaman Listrik Bergilir di Singkawang Tuai Sorotan, Pelaku Usaha Merugi Puluhan Juta, DPRD dan LBH Desak PLN Bertanggung Jawab
Kalimantanpost.online,- Pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Kota Singkawang menuai keluhan dari berbagai kalangan. Gangguan pasokan listrik tersebut dinilai telah menghambat aktivitas masyarakat, mengganggu pelayanan publik, hingga menyebabkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit bagi para pelaku usaha.
Salah satu pelaku usaha kue di Kota Singkawang, Hernawati, mengaku mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah akibat pemadaman listrik yang terjadi secara tiba-tiba saat proses produksi berlangsung.
"Usaha kami sangat bergantung pada listrik, mulai dari penggunaan mixer hingga proses pembakaran kue semuanya menggunakan tenaga listrik. Kemarin saja kami mengalami kerugian tidak kurang dari Rp18 juta.
Adonan yang sudah dikocok dengan mixer menjadi rusak karena listrik tiba-tiba padam. Belum lagi kue yang sedang dipanggang di oven belum matang, tetapi listrik sudah terputus.
Semua bahan akhirnya tidak bisa digunakan. Kami sangat kecewa," ujar Hernawati saat ditemui awak media Kalimantanpost.online.
Senada dengan itu, Ketua LBH RAKHA, Roby Sanjaya, SH, meminta PT PLN memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat terkait penyebab pemadaman yang terus berulang.
Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas sangat diperlukan agar masyarakat memperoleh kepastian.
"PLN harus lebih transparan dan akuntabel dalam menyampaikan penyebab serta langkah penanganan pemadaman listrik ini.
Selain itu, PLN juga harus segera memulihkan kualitas pelayanannya karena masyarakat telah dirugikan akibat pemadaman yang terjadi di Kota Singkawang," tegas Roby.
Sorotan juga datang dari kalangan legislatif. Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Singkawang sekaligus Ketua Komisi II, Harry Sarasati Widha Sugeng, SE, meminta PLN segera mengambil langkah konkret untuk mengakhiri pemadaman listrik bergilir yang dinilai telah mengganggu berbagai sektor kehidupan masyarakat.
"Listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Pemadaman bergilir yang terus terjadi sangat mengganggu aktivitas pendidikan, kegiatan ekonomi, pelayanan kesehatan, hingga usaha masyarakat.
Kami berharap PLN segera menormalkan kembali pasokan listrik seperti sediakala dan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan," ujarnya.
Masyarakat berharap PT PLN segera memberikan kepastian mengenai penyebab gangguan kelistrikan serta menyampaikan target waktu pemulihan secara jelas. Pasokan listrik yang stabil dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan kehidupan masyarakat Kota Singkawang secara keseluruhan.
Penulis. jbs
Belum ada Komentar untuk "Pemadaman Listrik Bergilir di Singkawang Tuai Sorotan, Pelaku Usaha Merugi Puluhan Juta, DPRD dan LBH Desak PLN Bertanggung Jawab"
Posting Komentar