Siklus Krisis Air Bersih Sekadau Tak Kunjung Usai: PMKRI Cabang Pontianak Santo Thomas More Desak Perumda Sirin Meragun Hentikan Alasan Banjir dan Pipa Bocor, Tuntut Solusi Konkret!
Sekadau Kalimantanpost.online – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pontianak Santo Thomas More bersama perwakilan pelanggan domestik menyampaikan mosi tidak percaya dan kritik tajam terhadap kinerja manajemen Perumda Air Minum Sirin Meragun Kabupaten Sekadau.
Krisis macetnya pasokan air bersih yang terus berulang setiap kali intensitas hujan tinggi mengguyur wilayah hulu—dengan dalih klasik berupa banjir bandang atau jaringan pipa induk berdiameter 400 mm yang pecah/bocor—dinilai sebagai bentuk kelalaian manajemen dan kegagalan mitigasi yang fatal.
Hingga saat ini, ribuan kepala keluarga di Kecamatan Nanga Taman, Sekadau Hulu, dan Sekadau Hilir terus dipaksa menanggung beban hidup ganda. Warga tidak hanya diwajibkan membayar tagihan bulanan secara rutin, tetapi juga harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air tangki swasta atau terpaksa mengonsumsi air sungai yang keruh dan tercemar demi bertahan hidup sehari-hari.
Poin-Poin Kritik Terhadap Perumda Sirin Meragun Sekadau:
Respons Reaktif, Minim Mitigasi Bencana: Manajemen Perumda Sekadau dinilai bekerja tanpa perencanaan jangka panjang (blue print) yang matang. Kasus pipa transmisi yang berulang kali pecah atau tergeser akibat pergerakan tanah di titik rawan hulu (seperti kawasan Mungguk Agur dan Cucak Hulu) membuktikan tidak adanya evaluasi struktur dan tata letak jalur pipa yang adaptif terhadap kondisi geografis lokal.
Ketiadaan Infrastruktur Cadangan (Zero Backup System): Perumda Sirin Meragun sepenuhnya bergantung pada satu jalur pipa transmisi utama tunggal tanpa memiliki jaringan cadangan (redundant system) atau interkoneksi antar-sumber air.
Akibatnya, satu titik kerusakan kecil di wilayah hulu langsung berdampak pada pemadaman total (total shutdown) pasokan air bersih bagi masyarakat di tiga kecamatan sekaligus.
Lambatnya Deteksi Masalah & Lemahnya Layanan Darurat: Perumda dinilai gagal dalam mengantisipasi kedaruratan.
Layanan bantuan darurat berupa pengiriman armada tangki air bersih ke pemukiman warga sangat minim dan lambat, sehingga mengorbankan hak-hak mendasar masyarakat bawah yang kesulitan mengakses air bersih.
Solusi dan Tuntutan Strategis Kepada Perumda Sekadau:
Guna memutus rantai penderitaan pelanggan, PMKRI Cabang Pontianak bersama perwakilan masyarakat mendesak jajaran direksi Perumda Sirin Meragun dan Pemerintah Kabupaten Sekadau untuk segera merealisasikan reformasi infrastruktur melalui empat langkah strategis berikut:
Mendesak Redesign dan Relokasi Jalur Pipa Induk: Memindahkan secara bertahap jalur pipa transmisi utama diameter 400 mm keluar dari zona aktif patahan lereng atau daerah aliran sungai yang rawan dihantam banjir bandang. Jalur pipa baru wajib menggunakan metode pelindung (proteksi dinding beton) atau ditanam lebih dalam (ground piping) agar aman dari erosi.
Membangun Sistem Cluster Jaringan (District Metered Area/DMA): Melakukan zonasi wilayah distribusi air bersih secara modular.
Dengan sistem ini, apabila terjadi kerusakan pipa di salah satu wilayah hulu atau hilir, area yang terdampak pemadaman bisa dilokalisir hanya pada zona tersebut, sementara distribusi ke wilayah kecamatan lain tetap berjalan normal.
Pembangunan Bak Reservoir Regional Berskala Besar: Membangun menara atau bak penampungan air (reservoir) cadangan di titik-titik strategis wilayah padat penduduk.
Reservoir ini wajib memiliki kapasitas yang mampu menyuplai kebutuhan air bersih warga minimal untuk jangka waktu 3 hingga 5 hari selama masa perbaikan pipa hulu dilakukan.
Modernisasi Berbasis Digitalisasi (Penerapan SCADA): Memasang sistem monitoring tekanan air berbasis sensor elektronik di sepanjang jalur pipa transmisi hulu-hilir.
Penerapan teknologi ini memungkinkan tim teknis Perumda mengetahui titik kebocoran secara real-time lewat penurunan tekanan drastis pada sistem komputer, tanpa harus menunggu pipa pecah total atau laporan komplain dari masyarakat.
Pernyataan Penutup:
Kami menegaskan bahwa ketersediaan air bersih adalah hak asasi yang mendasar, bukan komoditas komersial semata yang layanannya boleh diabaikan begitu saja.
Narahubung : Presidium Hubungan Luar Negeri-Lingkungan Hidup : Leonardus Resadi
Belum ada Komentar untuk "Siklus Krisis Air Bersih Sekadau Tak Kunjung Usai: PMKRI Cabang Pontianak Santo Thomas More Desak Perumda Sirin Meragun Hentikan Alasan Banjir dan Pipa Bocor, Tuntut Solusi Konkret!"
Posting Komentar