Dugaan Ayam Basi Lagi! MBG di SDN 46 Sedau Dikeluhkan Siswa

kalimantanpost.online, Singkawang - Lagi dan lagi persoalan kualitas makanan dalam program MBG kembali dikeluhkan. Kali ini dugaan daging ayam basi ditemukan dalam menu makanan yang dibagikan kepada siswa di SDN 46 Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Program penyediaan makanan tersebut diketahui dikelola oleh SPPG Yayasan Sumber Gizi Sempurna yang berlokasi di Jalan Lirang, Kelurahan Sedau.

Keluhan para siswa bukan persoalan sepele yang bisa dianggap angin lalu. Ini menyangkut kesehatan anak-anak sekolah yang seharusnya mendapat makanan layak, higienis, bergizi, dan aman dikonsumsi.

Sangat memprihatinkan apabila program yang digadang-gadang untuk mendukung gizi anak justru diduga menyajikan makanan yang berbau tidak sedap dan diduga sudah tidak layak makan.

Ironisnya, persoalan seperti ini bukan pertama kali mencuat ini yang ketiga kalinya di SDN 46 Sedau yang menjadi keluhan siswa. Dugaan makanan basi dalam program MBG seakan terus berulang tanpa ada evaluasi serius dan pengawasan ketat dari pihak pengelola maupun instansi terkait

Jika benar makanan tersebut dalam kondisi tidak layak konsumsi, maka ini bukan hanya bentuk kelalaian, tetapi juga cerminan lemahnya tanggung jawab terhadap keselamatan siswa.

Pihak pengelola semestinya memahami bahwa makanan untuk anak-anak sekolah bukan sekadar formalitas pembagian jatah makan. 

Ada standar kesehatan, kebersihan, dan kualitas yang wajib dijaga. Jangan sampai program yang seharusnya membantu masyarakat malah berubah menjadi ancaman kesehatan bagi peserta didik.
Dari temuan yang disampaikan tersebut, saat dikonfirmasi awak media pada Rabu (10/6/2026)  Koordinator MBG di SDN 46 Sedau membenarkan adanya keluhan dari sejumlah siswa terkait menu ayam yang diduga basi. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak pengelola SPPG Yayasan Sumber Gizi Sempurna terkait dugaan tersebut.

Masyarakat kini menunggu sikap tegas dari pihak terkait, baik dari pengelola program, dinas pendidikan, maupun instansi kesehatan. Pemeriksaan menyeluruh terhadap proses pengolahan dan distribusi makanan harus segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terus terulang. Jangan tunggu ada siswa yang jatuh sakit baru semua pihak sibuk mencari pembenaran.

Program makanan bergizi seharusnya menjadi bentuk kepedulian terhadap masa depan anak-anak. Namun jika kualitas makanan saja tidak mampu dijaga, publik patut mempertanyakan sejauh mana keseriusan dan pengawasan program tersebut dijalankan.



Red

Belum ada Komentar untuk "Dugaan Ayam Basi Lagi! MBG di SDN 46 Sedau Dikeluhkan Siswa"

Posting Komentar