Agus Salim Soroti Kemelut DPC PKB Singkawang, Desak DPP Patuhi AD/ART dan Dengarkan Aspirasi Kader.
Kalimantanpost.online | Singkawang – Polemik penolakan terhadap kepengurusan baru Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Singkawang Masa Bhakti 2026–2031 terus bergulir. Menanggapi situasi tersebut, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Kota Singkawang, H. Agus Salim, SH, mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB agar mengambil keputusan secara bijaksana, transparan, dan tetap berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
Agus Salim yang juga merupakan Katib Syuriah PCNU Kota Singkawang dan pimpinan Baznas menilai konflik internal yang muncul saat DPC-PKB sedang berada pada puncak kepercayaan masyarakat merupakan kondisi yang sangat disayangkan. Menurutnya, keberhasilan DPC-PKB menjadi pemenang Pemilu pada tahun 2024 di Kota Singkawang dengan raihan lima kursi DPRD harus dijaga melalui soliditas dan kebersamaan kader.
“PKB lahir dari rahim NU dan dibangun untuk kepentingan umat serta bangsa. Karena itu, jangan sampai proses penentuan kepengurusan justru memicu konflik yang merusak persatuan partai,” tegas Agus Salim yang juga Sebagai salah satu deklarator berdirinya PKB di wilayah Kabupaten Sambas pada 1998, sebelum terbentuknya Kota Singkawang.
Agus Salim mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan seluruh pihak agar mengedepankan tabayun dan menjaga keutuhan organisasi.
Ia menegaskan bahwa DPP PKB tidak boleh mengabaikan suara kader dan struktur partai di daerah. Setiap keputusan, kata dia, harus berlandaskan aturan organisasi, bukan kepentingan kelompok tertentu.
“DPP PKB harus menjadikan AD/ART sebagai pedoman utama. Aspirasi kader di daerah wajib didengar dan menjadi pertimbangan dalam setiap pengambilan keputusan,” ujarnya.
Menurut Agus Salim, penentuan pimpinan partai di tingkat kabupaten maupun kota harus didasarkan pada kapasitas, rekam jejak, integritas, serta kemampuan membesarkan partai dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Yang dibutuhkan PKB adalah pemimpin yang bekerja untuk rakyat, menjaga marwah partai, serta mampu merangkul seluruh kader. Bukan figur yang justru menimbulkan perpecahan di internal organisasi,” katanya.
Pernyataan Agus Salim menambah tekanan moral kepada DPP PKB untuk segera menyelesaikan polemik yang terjadi di Kota Singkawang secara adil dan sesuai mekanisme organisasi. Hingga kini, kader dan pengurus DPC-PKB di daerah masih menunggu sikap resmi DPP terkait berbagai keberatan yang telah disampaikan.
Di tengah keberhasilan DPC-PKB meraih kemenangan signifikan pada Pemilu 2024, penyelesaian konflik secara bijak dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan soliditas partai tetap terjaga.
(Penulis.jbs. Kaperwil /Kalimantanpost.online)
Belum ada Komentar untuk "Agus Salim Soroti Kemelut DPC PKB Singkawang, Desak DPP Patuhi AD/ART dan Dengarkan Aspirasi Kader."
Posting Komentar