Seminar Nasional PGD Ke-40 Kalbar Bahas Strategi Perkuat Peran Dayak di IKN
Pontianak – Seminar Nasional dalam rangka Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-40 Kalimantan Barat sukses digelar di Rumah Radakng Kalimantan Barat, Selasa (19/5). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd.
Dengan keynote speaker Drs. Alimuddin, M.Si., Deputi bidang sosial budaya dan pemberdayaan masyarakat di otoritas IKN; Dr. Louis Ringah Kanyan, Dosen Universitas Sarawak Malaysia; Dr. Drs. Stefanus Masiun, S.H., M.E., Rektor Institut Teknologi Keling Kumang; Pitalis Mawardi B., M.Pd., Ph.D., dan Delliana Winki, konten kreator.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, dalam keterangannya menegaskan pentingnya pemberdayaan masyarakat Dayak di tengah derasnya arus globalisasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Satu yang kita harapkan dicapai pada momentum seminar ini adalah berdaya guna dan berhasil guna. Bagaimana menjadikan masyarakat adat Dayak, pemuda-pemuda Dayak, warga Dayak bisa berhasil guna. Berdaya guna dan berhasil guna tentu kuncinya tidak lain dan tidak bukan adalah bagaimana mindset/pola pikir, lewat pendidikan, lewat sumber daya manusia pengembangan potensi sumber daya manusia yang mumpuni yang mampu menyesuaikan dengan kemajuan teknologi saat ini," tegasnya.
Ia mengatakan bahwa derasnya arus globalisasi membawa tantangan besar bagi masyarakat adat, sehingga diperlukan kemampuan dan kompetensi yang memadai sebagai bentuk filterisasi terhadap pengaruh negatif yang masuk.
Ia berharap masyarakat Dayak tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri, melainkan mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan.
"Saya tidak ingin warga Dayak hanya menjadi pemeran figuran saja tetapi saya ingin Dayak menjadi pemeran utama dalam sebuah sinetron yang saya sebut judulnya Kalimantan Barat," ungkapnya.
"Di tengah-tengah keberlimpahan sumber daya alam tentu kita ingin sumber daya alam yang ada dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Kalimantan Barat," tegasnya.
Wamendiktisaintek Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., dalam keterangannya Ia mengungkapkan bahwa dengan adanya kurikulum muatan lokal
disitulah pendidikan bisa berimprovisasi atau berinovasi sesuai dengan kearifan lokalnya masing-masing.
Menurutnya seminar tersebut menjadi sangat penting sebagai langkah untuk melakukan antisipasi menghadapi tantangan pembangunan. Dilihat dalam perspektif pendidikan maka tidak ada pilihan lain dalam rangka untuk dapat mengimbangi pertumbuhan pembangunan secara material itu juga harus diimbangi oleh pendidikan-pendidikan yang bermotif, dan juga peran pemerintah daerah, peran pemerintah pusat dalam rangka mendorong masyarakat untuk selalu mengenyam pendidikan yang lebih baik, ungkapnya.
Ia juga mengatakan akan membentuk konsorsium perguruan tinggi di Kalimantan Barat. Kita akan buat satu ekosistem dalam rangka untuk memperkuat pembangunan di Kalimantan Barat sehingga konsorsium ini tidak hanya Berbicara mengenai satu masalah tetapi seluruh persoalan yang dihadapi oleh pemerintah daerah maka kampus ini memiliki tanggung jawab untuk membantu menyelesaikan sehingga kampus sebagai pusat problem solver bukan hanya sekedar pusat mencari ilmu, ujarnya.
Seminar tersebut mendapat apresiasi dari peserta yang berasal dari Sabah Malaysia, Stephen Nogiris Sabala, Presiden Borneo Indigenous Organisation, Ia menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada panitia yang melaksanakan seminar untuk kemajuan masyarakat Dayak.
Ia bangga bisa hadir dan berharap hasil dari seminar tersebut bisa diimplementasikan dan diaplikasikan oleh peserta terutama para generasi muda Dayak untuk kehidupan masa depan masyarakat Dayak.
Baginya masyarakat Dayak adalah suku bangsa yang gagah, kuat untuk bisa membina masyarakat Dayak.
Harapannya orang-orang Dayak bisa menjadi agen perubahan untuk masa depan, menjaga adat budaya Dayak dan Dayak tetap bersatu walaupun terbagi puluhan suku yang ada di Kalimantan, namun tetap bersatu padu untuk berjuang untuk kemajuan masyarakat Dayak.
Ketua Panitia Thomas Alexander menegaskan bahwa hasil seminar akan disampaikan ke Presiden dan pihak terkait.
Dijelaskan bahwa seminar dilaksanakan pertama untuk merubah perspektif dan paradigma tentang konsep-konsep sumber daya alam dan lainnya berkaitan dengan sumber daya manusia, kedua mendiskusikan terkait ketika bicara tingkat nasional dan internasional mampu menjadi Kalbar terdepan baik SDM maupun SDA, ketiga Kalbar penyanggah dan integral IKN, apa yang kita dapat dari itu? maka kita siapkan SDM kita yang hebat.
"Hasil dari seminar ini kita ada rekomendasi yang akan disampaikan ke Presiden, ke Sekneg, ke Otorita IKN, bahwa Kalbar mempunyai rekomendasi hasil seminar sehingga tidak selesai begitu saja, ada tindak lanjutnya," ungkap ketua panita. (Lisa)
Belum ada Komentar untuk "Seminar Nasional PGD Ke-40 Kalbar Bahas Strategi Perkuat Peran Dayak di IKN"
Posting Komentar