Sekda Kalbar Harisson Ingatkan Generasi Muda Kuasai Iptek, Rokidi Soroti Tambang Ilegal

Pontianak, Kalimantanpost.online.-
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., mengingatkan generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi digital, tetapi juga mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi secara mendalam agar tidak tertinggal dari bangsa lain. Pesan tersebut disampaikan Harisson saat menghadiri kegiatan bersama kader dan alumni organisasi mahasiswa Islam di Kalimantan Barat.

Menurutnya, ketergantungan berlebihan terhadap teknologi tanpa diiringi penguasaan ilmu pengetahuan dapat membuat suatu bangsa mudah tertinggal bahkan dimanipulasi oleh pihak lain.
“Jangan sampai kita hanya menjadi pengguna teknologi digital tanpa memahami ilmunya. Jika kita tidak menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kita bisa saja dibohongi dan tertipu secara keilmuan oleh bangsa lain yang berada di balik teknologi tersebut,” ujar Harisson.

Ia menegaskan, mahasiswa harus menjadikan masa kuliah sebagai momentum untuk benar-benar menguasai ilmu pengetahuan secara serius. Bahkan, ia mendorong mahasiswa untuk menargetkan prestasi akademik setinggi mungkin.
“Kalau kuliah, targetkan menjadi yang terbaik. Minimal raihlah predikat cumlaude atau bahkan summa cumlaude. Itu bentuk kesungguhan kita dalam menuntut ilmu,” tegasnya.

Singgung Geopolitik Dunia
Dalam kesempatan tersebut, Harisson juga menyinggung dinamika geopolitik dunia sebagai contoh bagaimana penguasaan ilmu pengetahuan dapat memengaruhi kekuatan suatu bangsa.
Ia mencontohkan bagaimana Iran mampu bertahan menghadapi tekanan negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Israel, yang menurutnya tidak terlepas dari kekuatan ilmu pengetahuan serta karakter bangsa yang kuat.
“Bangsa Persia dikenal sebagai bangsa pejuang yang menguasai ilmu pengetahuan. Karena itu mereka mampu berdiri dan melakukan perlawanan terhadap kekuatan besar dunia,” katanya.

Harisson berharap generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta dan pengembang ilmu pengetahuan.

Apresiasi untuk Tokoh Kalbar

Pada kesempatan yang sama, Harisson juga menyampaikan apresiasi kepada Direktur Utama Bank Kalbar, H. Rokidi, S.E., M.M., yang dinilai banyak membantu berbagai kegiatan kemasyarakatan dan organisasi.

Ia bahkan mengusulkan nama Rokidi untuk masuk sebagai Dewan Kehormatan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang nantinya akan diajukan kepada Majelis Nasional untuk proses seleksi lebih lanjut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Haji Rokidi yang selama ini banyak membantu kegiatan kami maupun kegiatan HMI,” ujarnya.

Rokidi Soroti Kerusakan Lingkungan

Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalbar, H. Rokidi, dalam sambutannya menyoroti persoalan kerusakan lingkungan di Kalimantan Barat, khususnya akibat aktivitas pertambangan ilegal.

Ia mengawali pemaparannya dengan mengutip pertanyaan klasik yang kerap disampaikan para ulama mengenai kemunduran umat Islam dibandingkan bangsa lain.
“Pertanyaannya sederhana: mengapa umat Islam mundur sementara bangsa lain maju? Jawabannya karena umat Islam meninggalkan ajaran agamanya,” kata Rokidi.

Menurutnya, salah satu bentuk meninggalkan ajaran agama adalah ketika manusia tidak lagi menjaga lingkungan sebagaimana diperintahkan dalam Al-Qur’an.
Ia mengutip Surah Al-Maidah ayat 32 yang menyatakan bahwa membunuh satu jiwa tanpa alasan yang benar atau membuat kerusakan di muka bumi sama dengan membunuh seluruh manusia.
“Kerusakan terhadap alam sebenarnya adalah kejahatan kemanusiaan,” tegasnya.

Tambang Ilegal Jadi Sorotan

Rokidi menilai kerusakan lingkungan di Kalimantan Barat sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan, terutama akibat aktivitas pertambangan ilegal.
Ia menyebut nilai transaksi tambang ilegal bahkan mencapai puluhan triliun rupiah.
“Bayangkan, nilai tambang liar bisa mencapai sekitar Rp25 triliun lebih. Kekayaan alam kita dikeruk, sementara kerusakan lingkungan ditanggung oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti fenomena ribuan penambang dari luar daerah yang datang untuk menambang emas di Kalimantan Barat, yang kerap menggunakan bahan kimia berbahaya seperti merkuri.

Sungai Kapuas Terancam

Rokidi turut mengungkapkan kekhawatirannya terhadap meningkatnya pencemaran Sungai Kapuas yang diduga dipengaruhi aktivitas pertambangan emas ilegal.
“Kandungan zat berbahaya di Sungai Kapuas sudah meningkat. Ini sangat memprihatinkan karena sungai tersebut menjadi sumber kehidupan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, kerusakan lingkungan sering dianggap persoalan kecil, padahal dampaknya sangat besar bagi kehidupan manusia.
“Kerusakan alam sering dianggap hal biasa, padahal dalam perspektif agama itu adalah kejahatan besar,” ujarnya.

Pesan untuk Generasi Muda

Di akhir pemaparannya, Rokidi mengajak generasi muda untuk kembali memegang teguh nilai-nilai agama sekaligus meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan.
Menurutnya, kemajuan suatu bangsa hanya dapat dicapai jika masyarakatnya memiliki integritas moral, penguasaan ilmu pengetahuan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

“Jika kita ingin maju, maka kita harus kembali kepada nilai-nilai ajaran agama sekaligus menguasai ilmu pengetahuan,” pungkasnya. (Lisa)

Belum ada Komentar untuk "Sekda Kalbar Harisson Ingatkan Generasi Muda Kuasai Iptek, Rokidi Soroti Tambang Ilegal"

Posting Komentar