Maraknya Pertambangan Emas Ilegal di Sungai Melawi Sehingga Sulit Melalui Akses Jalan Perairan
Melawi, Kalimantanpost.online - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di perairan Sungai Melawi, khususnya di area Desa Ella Hulu, Kabupaten Melawi, kian hari kian marak dan memprihatinkan.
Beberapa alat tambang emas apung jenis lanting jek kini memenuhi badan sungai, menyebabkan terganggunya jalur transportasi air yang selama ini menjadi akses vital bagi masyarakat pengguna jalur air.
Berdasarkan pantauan di lapangan, mesin-mesin penyedot material dasar sungai tersebut beroperasi secara terang-terangan baik pada siang maupun malam hari.
Posisi ponton-ponton tambang yang diparkir hingga ke tengah sungai membuat lebar jalur pelayaran menyempit drastis.Akibatnya, perahu motor, speedboat, maupun kapal kelotok pengangkut barang kebutuhan pokok dan penumpang yang biasa melintasi rute perairan Desa Ella Hulu mengalami kesulitan bermanuver.
Tidak jarang, para motoris harus berhati-hati ekstra dan melambatkan laju kapalnya guna menghindari tabrakan dengan tali tambat atau badan ponton penambang."Sekarang sangat sulit kalau mau lewat jalur air. Sungai sudah seperti kampung apung karena penuh dengan lanting pekerja tambang. Belum lagi tali-tali penahan lanting yang melintang di air, itu sangat membahayakan baling-baling perahu kami," ungkap salah seorang warga pengguna akses sungai yang enggan disebutkan namanya.
Selain melumpuhkan lalu lintas perairan, maraknya aktivitas tambang emas ilegal ini juga membawa dampak buruk terhadap kualitas lingkungan. Air Sungai Melawi di kawasan tersebut kini berubah warna menjadi sangat keruh dan kecoklatan akibat limbah sedimen dan sisa pengolahan material tambang. Padahal, sebagian warga di sepanjang pesisir masih sangat bergantung pada air sungai untuk kebutuhan mandi dan mencuci sehari-hari. Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat Desa Ella Hulu.
Warga berharap adanya tindakan tegas dan nyata dari aparat penegak hukum serta Pemerintah Kabupaten Melawi untuk segera menertibkan aktivitas ilegal tersebut."Kami memohon kepada pihak kepolisian dan instansi terkait untuk turun ke lapangan. Kalau ini dibiarkan terus-menerus, selain sungai kita rusak parah, ekonomi warga yang bergantung pada transportasi air juga akan mati karena akses jalannya hampir mau tertutup," harap seorang tokoh masyarakat desa setempat.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah penertiban dari aparat kepolisian Resor (Polres) Melawi maupun Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan PETI agar fungsi Sungai Melawi sebagai jalur transportasi umum dan sumber kehidupan alam dapat kembali normal.
(Tim Redaksi)
Belum ada Komentar untuk "Maraknya Pertambangan Emas Ilegal di Sungai Melawi Sehingga Sulit Melalui Akses Jalan Perairan"
Posting Komentar