Antrian Yang terjadi Disetiap SPBU merupakan Panic Buying
Kalimantanpost.online,- Fenomena antrean panjang di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) kembali terjadi di berbagai daerah di Singkawang Bengkayang dan Sambas, khususnya pada bulan Maret 2026. Antrean ini, yang didominasi oleh pengendara Pertalite dan bahan bakar subsidi lainnya, mengular hingga ke jalan raya dan mengganggu arus lalu lintas.
Di Sambas khususnya di SPBU Kecamatan Semparuk antrian mengular tidak kurang 2 Km hingga membuat macet jalan raya. Bahkan harga pertalite perliternya di kios tembus diharga Rp.15.000.
Suasana di Kab.Bengkayang tidak jauh beda. Antrian di setiap SPBU yang ada di Bengkayang hampir semua mengular akibat antrian disetiap SPBU.
Di Singkawang hal serupa juga terjadi bahkan disetiap SPBU yang buka langsung si serang oleh penguna kendaraan bermotor hingga antrian tidak dapat dicegah sampai ke sisi jalan raya.
Hasil pantauan awak media dilapangan menjelaskan antrian di setiap SPBU disebabkan oleh Panic Buying (Pembelian Berlebihan): Antrean panjang sering kali diperparah oleh aksi panic buying masyarakat yang khawatir stok bahan bakar menipis, sehingga berbondong-bondong membeli BBM dalam waktu bersamaan.
Kekhawatiran Kenaikan Harga: Isu atau kabar mengenai penyesuaian harga BBM (baik subsidi maupun non-subsidi) memicu masyarakat untuk segera mengisi tangki kendaraan sebelum harga baru berlaku.
Terbatasnya Stok/Pasokan: Di beberapa tempat, antrean terjadi karena keterlambatan pengiriman atau terbatasnya pasokan BBM di SPBU, yang mengakibatkan stok habis sebelum waktunya.
Aktivitas Pengepul/Oknum: Pertamina sempat mengungkap bahwa antrean panjang di beberapa daerah sering kali disebabkan oleh banyaknya pengepul atau oknum yang membeli BBM dalam jumlah besar menggunakan jeriken atau kendaraan modifikasi.
Disparitas Harga: Perbedaan harga yang cukup jauh antara BBM subsidi dan non-subsidi membuat pengguna beralih ke BBM subsidi, meningkatkan beban kuota di SPBU.
Pihak berwenang dan Pertamina sering mengimbau masyarakat untuk tidak panik (panic buying) karena stok secara nasional umumnya dinyatakan masih aman, dan antrean yang panjang lebih disebabkan oleh kepanikan warga daripada kelangkaan absolut. Petugas kepolisian sering dikerahkan untuk mengatur lalu lintas dan antrean di SPBU.
Penulis.jbs
Belum ada Komentar untuk "Antrian Yang terjadi Disetiap SPBU merupakan Panic Buying "
Posting Komentar