Semarak Cap Go Meh Singkawang 2026

Kalimantanpost.online,- Cap Go Meh merupakan festival yang dilaksanakan pada hari ke-15 setelah perayaan Tahun Baru Imlek. Nama "Cap Go Meh" berasal dari dialek Tio Ciu dan Hokkian yang berarti "malam ke-15." Festival ini menandai puncak dari perayaan Tahun Baru Imlek yang berlangsung selama 15 hari berturut-turut. Tradisi ini dijalankan sebagai bentuk rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas hasil usaha, serta sebagai doa dan harapan agar tahun berikutnya membawa hasil yang lebih baik.
Diperkirakan Ratusan Tatung akan ikut serta beraksi dalam Festival Cap Go Meh Singkawang yang akan di gelar pada hari selasa pagi tanggal.3/3/2026 dengan titik star di jl.Alianyang (Kantor Walikota Singkawang), jl.Firdaus dan finis di jl.Sejahtera.
Update terbaru Day 10 : 9 Feb 26 Wilayah:- Barat 239, Tengah 85, Timur 59, Selatan 244, Utara 29,Luar Kota 36. Total : 683 ratung.  Secara jenis pendaftaran Miniatur kelenteng 74, Tatung dengan Tandu 504, Tatung tanpa Tandu 88, Barongsai 1, Naga 2, Jelangkung 12. Total : 683." jelas Jhonni Sun,SH.MH  Ketua Kordinator divisi Ta-Thung CGM 2026

Ia juga sudah menghimbau kepada peserta tatung yang sudah terdaftar untuk tidak melibatkan anak di bawah umur dalam atraksi Tatung pada perayaan Cap Go Meh 2026 karena itu merupakan bentuk eksploitasi dan bisa berpotensi melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak." ungkap nya saat diwawancarai awak media KP.
Selain itu, Jhonni Sun Ketua Kordinator divisi Ta-Thung CGM 2026 menjelaskan pada perayaan Cap Go Meh 2026 ini bertepatan dengan bulan Ramadhan 1447.H menghimbau untuk tidak melibatkan umat Muslim yang melaksanakan ibadah puasa dalam perayaan Cap Go Meh. Hal tersebut merujuk pada upaya menjaga kerukunan umat beragama dan menghormati pelaksanaan ibadah, terutama jika Cap Go Meh jatuh berdekatan atau bersamaan dengan bulan Ramadhan, bukan sebagai pelarangan mutlak dari pemerintah secara nasional.

Imbauan Menjaga Kerukunan: Himbauan ini sering muncul dari organisasi kemasyarakatan (ormas) atau Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat pada tahun-tahun tertentu untuk mencegah keterlibatan langsung umat Islam dalam ritual keagamaan lain, bukan melarang perayaan budayanya.

Sebagai contoh, pada tahun-tahun sebelumnya, MUi Singkawang sempat mengingatkan panitia Cap Go Meh untuk tidak melibatkan orang Muslim dalam ritual Cap Go Meh dengan tujuan menghormati umat yang sedang berpuasa atau menjaga batasan akidah.

Wali Kota Singkawang menghormati keputusan MUI setempat yang melarang atau mengimbau umat Muslim tidak menghadiri Cap Go Meh (terutama yang bernuansa ritual ibadah) guna menjaga ketertiban."ungkap Jhoni Sun sekaligus menutup wawancara.

Penulis.jbs (Kaperwil-Kalbar)

Belum ada Komentar untuk "Semarak Cap Go Meh Singkawang 2026"

Posting Komentar