Pro Kontra MBG di Bulan Ramahdan Di Kota Singkawang

Kalimantanpost.online,- MBG di bulan ramadhan tetap berjalan,untuk menu masakan akan di distribusikan ke sekolah non muslim dan untuk sekolah muslim diganti dengan menu keringan.

Kapoksi Komisi IX DPR Fraksi PAN DPR RI Ashabul Kahfi setuju program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan saat di wawancarai oleh media nasional di jakarta,  Namun Ashabul mengatakan pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kondisi puasa dan kebutuhan masyarakat.
"Kami di Komisi IX pada dasarnya setuju MBG tetap berjalan saat puasa, tetapi dengan catatan kuat bahwa pelaksanaannya tidak boleh bersifat administratif semata," memgutip kata Ashabul kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).
Sementara itu mengutip pernyataan dari Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan selama bulan Ramadan. Nantinya pembagian MBG akan disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah.

"Di daerah yang mayoritas berpuasa, makanan siap santap diberikan di jam sekolah untuk dibawa pulang dan di konsumsi saat buka," kata Kepala BGN Dadan Hindayana.

Sedangkan di wilayah yang mayoritas tak berpuasa, skema MBG tetap berjalan normal seperti hari biasa. Dadan mengatakan siswa yang tak berpuasa di wilayah mayoritas muslim dapat memilih untuk mengonsumsi MBG di sekolah atau dibawa pulang.

Menanggappi hal tersebut awak media KP melakukan penelusuran ke Sekolah sekolah  Negeri yang berada di Kota Singkawang dan menjumpai beberapa kepala sekolah negeri.

"Kalau di sekolah kami ini hanya mengikuti perintah bagaimana intruksi pemerintah, ya kalau di diperintahkan tetap MBG berjalan di bulan puasa ya kami terima dan jika tidak berjalanpun kami tetap ikuti." ungkap salah salah satu Kepala Sekolah SD. Negeri yang tidak mau disebutkan namanya.

Ditempat yang sama awak media menjumpai salah satu orang tua murid Bapak Dino yang kedua anak nya bersekolah di SD.Negeri tempat pertama awak media melakukan penelusuran dan menjelaskan bahwa" sejujurnya saya sebagai orang tua murid sangat tidak setuju dengan tetap berjalannya MBG di saat bulan Ramadhan.

Selama ini saja Permasalahan utama Makan Bergizi Gratis (MBG) di Singkawang ditemukan makanan yang berbau tak sedap, serta keterlambatan distribusi yang menyebabkan siswa sakit perut banyak Orang tua mengeluhkan kualitas makanan yang tidak sesuai standar, sementara itu bentuk pengawasan dinilai lemah." ungkapnya saat diwawancara awak media KP.

Apalagi saat bulan puasa nanti yang saya baca di media menjelaskan bahwa menu MBG yang akan di bagikan berbentuk makanan kering yang bisa bertahan sampai saat berbuka puasa ? "jelasnya lagi.

"kita ambil contoh seandainya kita beli nasi goreng, mie goreng atau apapun makanan kering yang dimaksud kita beli pagi hari dan kita makan disaat sore hari, apakah makanan itu masih enak dan masih layak untuk dimakan ? "ungkapnya lagi.

Andai kata pemerintah mau bijak sedikit, khusus saat bulan Ramadan nanti MBG digantikan uang tunai senilai MBG yang dibagikan dan uang penganti MBG itu bisa digunakan anak untuk membeli takjil saat berbuka dan mungkin uang penganti MBG bisa ditabung untuk anak membeli baju lebaran mereka dan hal itu lebih sangat membantu bagi orang tua murid yang kurang mampu" jelasnya lagi

Namun jika pemerintah masih juga mempertahan MBG tetap berjalan di saat Ramadhan maka siapa yang bisa menjamin bahwa anak yang berpuasa tidak terpengaruh untuk tidak memakannya disaat puasa? dan makan kering dimaksud bisa dan layak dimakan saat berbuka? dan saya berharap semoga saja pemerintah mau sedikit bijak khusus di saat bulan Ramadhan saja, dan lazimnya disaat bulan Ramadhan rumah makan saja disarankan untuk tutup dan jika harus buka pun disarankan menggunakan tirai sebagai penutup agar tidak terlihat aktifitas orang lagi makan dari luar." ungkapnya sekaligus menutup wawancara dengan awak media KP.

Penulis: jbs

Belum ada Komentar untuk "Pro Kontra MBG di Bulan Ramahdan Di Kota Singkawang"

Posting Komentar