Diduga Asal Jadi, Proyek Rehab Jembatan di Kayong Utara Di Sorot Warga
Kayong Utara - Proyek rehabilitasi jembatan di Sukadana Kabupatan Kayong Utara, kini menjadi sorotan masyarakat pasalnya, proyek tersebut dikerjakan secara asal-asalan dan tidak mengutamakan kualitas bangunan.
Berdasarkan pantauan di lapangan sejumlah tongkat kayu jembatan tidak diganti pengunaan material yang diduga tidak sesuai spesifikasi, hingga hasil akhir bangunan yang dinilai kurang maksimal.
Proyek yang menelan anggaran Rp 4.949.718.000,00, bersumber APBD Provinsi Kalimantan Barat Tahun anggaran 2025 yang dikerjakan CV. Matnor Konsultan Supervisi Indonesia dengan waktu pelaksana 105 hari kalender.
Saat dikomfirmasi melalui Whatsapp kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Provisi Kalimantan Barat Wiwin menyatakan, Jembatan kayu lama dengan tiang tongkat kayu tidak direhab dan jembatan lama tidak difungsikan lagi, jelanya.
"Rehab dua jembatan dengan Konstruksi beton bertuang pelat duikers tidak lagi bertumpu pada jembatan kayu lama," terangnya.
Selain itu, warga juga mempertanyakan pengawasan dari pihak terkait. Mereka menilai lemahnya pengawasan dapat membuka celah terjadinya pengerjaan proyek yang tidak sesuai dengan perencanaan maupun anggaran yang telah ditetapkan.
Masyarakat setempat berharap pihak berwenang, baik dari pemerintah desa, kecamatan, maupun dinas terkait, segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap proyek pembangunan Jembatan tersebut.
Warga juga meminta agar kontraktor pelaksana bertanggung jawab dan melakukan perbaikan jika terbukti terdapat pelanggaran atau kelalaian dalam pengerjaan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun konsultan pengawas terkait mengenai dugaan pengerjaan asal-asalan tersebut.
Sumber: Tim Investigasi
Editor: Lisa
Belum ada Komentar untuk "Diduga Asal Jadi, Proyek Rehab Jembatan di Kayong Utara Di Sorot Warga"
Posting Komentar