Desa Bokak Sebumbun Fokus Garap Wisata Gunam sebagai Sumber Ekonomi Baru Tahun 2026

Sekadau, Kalimantanpost.online – Pemerintah Desa Bokak Sebumbun, Kecamatan Sekadau Hilir, meluncurkan strategi pembangunan baru dengan menjadikan objek Wisata Gunam sebagai motor penggerak ekonomi desa pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas menurunnya Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang diterima desa pada tahun anggaran mendatang.

Penurunan transfer pusat tersebut menjadi alasan utama pemerintah desa untuk mencari alternatif pendapatan lain. Kepala Desa Bokak Sebumbun, Klemen Karya Panama, menegaskan bahwa desa tidak boleh bergantung pada anggaran pemerintah semata, melainkan harus mulai membangun sumber pendapatan yang lebih mandiri.

“Kami sedang menghadapi penurunan dana desa sekitar 12 persen, dan ADD pun ikut berkurang. Situasi ini menuntut desa untuk lebih kreatif. Karena itu, kami memilih mengembangkan sektor wisata sebagai sumber PAD baru,” ujar Klemen.

Keputusan tersebut dirumuskan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang digelar pekan lalu. Dalam forum itu, seluruh unsur masyarakat sepakat bahwa Wisata Gunam memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan. Selain keindahan alamnya, lokasi tersebut juga dinilai mampu membuka peluang usaha bagi warga, seperti kuliner, jasa transportasi lokal, serta penyediaan produk UMKM.

Perwakilan Camat Sekadau Hilir, Ari Suhana, yang hadir dalam musyawarah tersebut, memberi apresiasi atas langkah proaktif pemerintah desa. Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk adaptasi yang tepat di tengah situasi fiskal nasional yang semakin ketat.

“Musrenbangdes bukan hanya menyusun daftar kebutuhan, tetapi merumuskan strategi pembangunan yang realistis. Bokak Sebumbun sudah berada pada jalur yang benar dengan memanfaatkan potensi lokal,” tegas Ari.

Adapun proses pengembangan Wisata Gunam akan dimulai dengan penataan kawasan, penyediaan akses pendukung, serta pembentukan unit pengelola desa. Pemerintah desa menargetkan kawasan ini dapat beroperasi secara optimal mulai pertengahan 2026.

Dengan langkah tersebut, Bokak Sebumbun berharap mampu menciptakan kemandirian ekonomi, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan desa secara berkelanjutan. Pemerintah desa juga menegaskan komitmennya untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam pembangunan sektor wisata ini.

(Stepanus/*) 

Belum ada Komentar untuk "Desa Bokak Sebumbun Fokus Garap Wisata Gunam sebagai Sumber Ekonomi Baru Tahun 2026"

Posting Komentar