Wajah Nasionalisme di Perbatasan: PKM Prodi PPKn Universitas PGRI Pontianak Edukasi Siswa SMA Negeri 2 Sekayam
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial Universitas PGRI Pontianak melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Wajah Nasionalisme di Daerah Perbatasan: Sikap Ekonomi Parsial dan Pergulatan Identitas Budaya Siswa” di SMA Negeri 2 Sekayam, Kabupaten Sanggau. (13 Agustus 2025).
Kegiatan ini dihadiri 250 siswa yang antusias mengikuti rangkaian acara.
Bertindak sebagai narasumber utama, Dr. Nurhadianto, dosen Prodi PPKn sekaligus Wakil Ketua DPD LEMHANNAS RI Provinsi Kalimantan Barat, memaparkan bagaimana nasionalisme di wilayah perbatasan sering menghadapi tantangan unik.
“Di daerah perbatasan, nasionalisme tidak cukup dipahami sebatas simbol dan upacara. Ia diuji oleh realitas sehari-hari—dari pilihan bahasa, interaksi sosial, hingga orientasi ekonomi masyarakat yang kadang lebih condong ke negara tetangga,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga melibatkan anggota tim PKM yang terdiri dari Dr. Hj. Sitti Uswatun Hasanah, M.H., Yuliananingsing, S.H., M.Pd., Dra. Hj. Sulha, M.Si., dan Fety Novianti, M.Pd.
Tim memberikan materi yang membedah keterkaitan antara sikap ekonomi parsial—yakni kecenderungan memilih transaksi dan orientasi ekonomi yang menguntungkan secara pribadi tetapi kurang berpihak pada kepentingan nasional—dengan pergulatan identitas budaya siswa di daerah perbatasan.
Dalam sesi diskusi, siswa diajak mengidentifikasi tantangan sekaligus peluang yang dimiliki generasi muda di wilayah strategis ini. Materi disajikan secara interaktif melalui studi kasus, refleksi kelompok, dan simulasi pengambilan keputusan, sehingga peserta tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga mengasah kesadaran kritis.
Secara kritis, kegiatan ini menyoroti bagaimana arus globalisasi, perbedaan harga barang, dan kedekatan geografis dengan negara tetangga dapat membentuk sikap ekonomi dan identitas budaya siswa.
Di sisi edukatif, siswa diarahkan untuk melihat bahwa nasionalisme bukan sekadar retorika, melainkan komitmen dalam pilihan sehari-hari—dari konsumsi produk lokal, penggunaan bahasa Indonesia yang baik, hingga pelestarian budaya daerah sebagai bagian dari mozaik kebangsaan.
PKM ini menjadi bukti peran aktif perguruan tinggi dalam memperkuat civic engagement di daerah perbatasan. Universitas PGRI Pontianak melalui Prodi PPKn berkomitmen melahirkan generasi muda yang memiliki pemahaman kebangsaan yang mendalam, kritis, dan mampu mengelola keberagaman sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.
Editor: Lisa
Belum ada Komentar untuk "Wajah Nasionalisme di Perbatasan: PKM Prodi PPKn Universitas PGRI Pontianak Edukasi Siswa SMA Negeri 2 Sekayam"
Posting Komentar